Oleh: Asep Tutuy Turyana | 21 Maret 2010

KEAJAIBAN ANGKA – 19 DALAM AL QUR’AN

……….dan Dia telah menghitung segala sesuatu satu per satu.
(Q.S : 72 : 28)
7 + 2 + 2 + 8 =

PENDAHULUAN

Al Qur’an adalah kalam Allah swt yang diturunkan lebih dari 14 abad yang lalu kepada Rasulullah Muhammad saw. Sebagai wahyu Allah swt, Al Qur’an memiliki fenomena yang unik yang tidak akan pernah kita jumpai di dalam kitab suci manapun apalagi buku-buku buatan manusia.
Mu’jizat Al Qur’an mencakup semua hal dari masalah-masalah yang sederhana sampai kepada masalah-masalah yang rumit, karena Al Qur’an diturunkan bagi semua manusia, bahasanyapun mencakup dari yang sangat sederhana sampai kepada tingkat tertinggi dari ilmu bahasa dan kesusasteraan. Dengan demikian pesan yang dibawa bisa dicapai/difahami oleh setiap orang tanpa memandang tingkat pendidikannya.
Allah swt menurunkan Al Qur’an dengan sangat terperinci, tidak ada satu hal pun yang luput dari pengamatan-Nya.

Firman Allah swt di dalam Q.S. Al an’am (6) ayat 114 :

Maka patutkah aku mencari hakim selain daripada Allah, padahal Dialah yang telah menurunkan kitab (Al Qur’an) kepadamu dengan terperinci? Orang-orang yang telah Kami datangkan kitab kepada mereka, mereka mengetahui bahwa Al Qur’an itu diturunkan dari Tuhanmu dengan sebenarnya. Maka janganlah kamu sekali-kali termasuk orang yang ragu-ragu. (Q.S. 6 : 114)

(Note : Kalimat dari Q.S. Al An’am ayat 114, yang digaris bawahi berjumlah 19 huruf, dan ditempatkan pada ayat 114, 114 = 6 X 19, 114 juga sama dengan jumlah surat dalam Al Qur’an)

Sehingga sangatlah tidak mungkin bahwa Al Qur’an adalah hasil karya manusia, Al Qur’an pastilah buatan Sang Maha Sempurna lagi Maha Teliti yaitu Allah swt. Al Qur’an adalah sumber ilmu yang tidak akan pernah habis atau kering untuk digali dan dipelajari, semakin banyak digali semakin banyak pula ilmu yang bisa diambil dari Al Qur’an dilihat dari berbagai sisi ilmu apapun.
Sebagai firman Allah swt, Al Qur’an memiliki kebenaran yang mutlak. Pastilah setiap huruf, ayat dan jumlah suratpun sudah Allah swt perhitungkan dengan sangat teliti.
Allah swt menjelaskan kepada kita di dalam Al Qur’an bahwa….”Dia telah menghitung segala sesuatu satu per satu”. Allah swt menyampaikan hal tersebut di dalam Q.S. Jin (72) ayat 28. Seolah – olah Allah swt memberikan sebuah kode/isyarat kepada kita dengan pernyataan tersebut, yaitu kode : 72 : 28.
Dan seandainya kita jumlahkan setiap digit dari angka-angka tersebut akan kita dapatkan hasil yang sangat luar biasa, yaitu angka 19. (7 + 2 + 2 + 8 = 19)
Tentunya hal ini bukan suatu kebetulan, namun ini adalah sebuah kesengajaan yang dibuat oleh Allah swt.

NILAI GEMATRIKA (GEMATRICAL VALUE)

Pada zaman Nabi Muhammad saw, belum dikenal bilangan, 0,1,2,3,…..9. Pada saat itu orang – orang menggunakan huruf-huruf alphabet untuk menuliskan bilangan. Nilai masing-masing huruf dinamakan nilai gematrika, hal ini sudah sangat umum digunakan oleh masyarakat pada saat itu.
Berikut nilai – nilai gematrika dari huruf – huruf Arab tersebut :

Sebagaimana disebutkan di atas, bahwa informasi hitungan yang Allah swt berikan kepada kita dinyatakan dalam Q.S 72 : 28, dan di dalam ayat tersebut memuat kata “ .‘adadaa…” yang berarti hitungan, dan kata ‘adadaa berasal dari akar kata ‘ada (terdiri dari huruf ‘ain dan dal), jika dilihat dari jumlah gematrikanya, kata (‘ada )
adalah 74 ( ‘ain = 70 dan dal = 4)
Angka 74 ini adalah nomor surat dimana kata “sembilan belas” oleh Allah swt disebutkan dengan tegas dan jelas, tepatnya di dalam Q.S. Al Muddatsir (74) ayat 30.

Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga).

Sepertinya ayat tersebut baru saja kita dengar, mungkin karena diantara kita tidak banyak yang begitu tertarik dengan bunyi ayat tersebut.
Padahal ini adalah informasi yang luar biasa yang disampaikan oleh Allah swt kepada kita, jika kita perhatikan penjelasan lain yang Allah swt berikan kepada kita di ayat selanjutnya kita akan mengetahui maksud dari Allah swt dengan menyebutkan angka tersebut (angka 19).

”Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu (19) melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab dan orang-orang mu’min itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan): “Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan?” Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri. Dan bilangan itu (angka 19) tiada lain menjadi peringatan bagi manusia”. (Q.S. Al Muddatsir (74) : 31)

Dari penjelasan Q.S. Al Mudatsir : 31 di atas, ada beberapa hal yang ingin Allah swt sampaikan dengan mencantumkan bilangan tersebut (angka 19), diantaranya yaitu :
1. Agar orang-orang yang diberi Kitab menjadi yakin
2. Agar orang-orang yang beriman semakin bertambah imannya
3. Agar orang-orang yang diberi Kitab dan yang beriman tidak ragu-ragu

Dengan demikian alasan inilah yang diharapkan Allah swt dengan menyebutkan bilangan/angka – 19 ini.
Bagaimana Allah swt ingin meyakinkan hamba-hamba-Nya dengan salah satu mu’jizat dari sekian banyak mu’jizat-mu’jizat-Nya dan mengharapkan hamba-hamba-Nya yang beriman akan semakin bertambah keimanannya dan menjadi tidak ragu-ragu lagi dengan firman-firman-Nya (Al Qur’an) yang disampaikan kepada Rasulullah Muhammad saw serta menekankan bahwa Al Qur’an bukanlah buatan manusia
Dan tentunya semuanya akan terpulang kepada kita semua, apakah kita mampu untuk mengambil pelajaran dari ayat-ayat-Nya atau menjadi acuh tak acuh?
Artinya dengan mengambil perumpamaan angka – 19 ini, yang merupakan salah satu dari sekian banyak mu’jizat-Nya akan menambah keyakinan kita akan ke Maha Besar-an dan ke – Maha Kuasaan-Nya.
Dan tentunya hal ini adalah suatu kesengajaan dari Allah swt dan bukan karena kebetulan. Karena jika kebetulan tentunya ”angka 19” tidak akan sering muncul dalam Al Qur’an.
Dan subhaanallah, angka – 19 ini pun merupakan nilai gematrika dari kata (WAHID) yang berarti Allah Maha Esa, Dia-lah Allah Yang Satu, tidak ada sekutu bagi-Nya.

Dari perhitungan gematrika di atas menyatakan bahwa 19 = WAHID (Satu). Secara matematika pun hal ini bisa dibuktikan, bahwa persamaan 19 = 1 adalah benar adanya yaitu dengan cara menjumlahkan digit bilangan/angka 19, atau dalam istilah matematika biasa disebut cross-adding atau Theosophical Addition.
Lihat persamaan berikut ini :

19 = 1 + 9 = 10 = 1 + 0 = 1

Dengan demikian, semakin jelaslah pernyataan Allah swt di dalam Q.S. Al Mudatsir (74) ayat 31 , ……….. tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya……..
Ada hal yang menarik dari kode 74 : 31.
74 adalah nomor surat yaitu Al Mudatsir, dimana Allah swt menyebutkan ”angka 19” secara nyata, dan juga merupakan nilai gematrika dari kata ”adda” yang berarti bilangan (lihat penjelasan sebelumnya), dan
31 adalah nomor ayat dari pernyataan Allah swt tentang hikmah dari angka 19, yang menarik adalah bahwa angka 31 merupakan jumlah ayat dari surat ke – 76 (Al Insan) yang artinya manusia dan Allah swt memperingatkan manusia tentang ke-Maha Besar-an –Nya sebanyak 31 kali di dalam Q.S. Ar Rahman (55)

Maka ni`mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Allah swt menegaskan ayat ini berkali-kali, yaitu sebanyak 31 kali, (dimulai pada ayat ke -13 dari Q.S. Ar Rahman) agar kita sebagai manusia sadar terhadap segala nikmat yang telah Allah swt berikan kepada kita.

Allah swt berfirman dalam Q.S. Maryam (19) ayat 58 :

Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi ni`mat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.(Terjemah DEPAG)

Yang menarik lagi dari ayat tersebut di atas (yang digaris bawah)

Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.

Jika kita telaah dari makna bahasa ”ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah”(jika memang kita terjemahkan dengan seperti itu) , maka kita akan memiliki kesimpulan bahwa ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah itu menunjuk kepada semua ayat-ayat Allah swt dalam Al Qur’an.
Apakah ada ayat-ayat dalam Al Qur’an yang secara khusus akan membuat efek seperti yang disebutkan dalam Q.S. 19 : 58 tersebut di atas, akan membuat tersungkur dengan bersujud dan menangis?
Yang menjadi pertanyaan lagi, apakah semua ayat-ayat dalam Al Qur’an akan memberikan efek seperti itu, jika kita bacakan?
Dalam hal ini, Penulis sedikit berbeda dengan penerjemahan ayat di
atas, yaitu bahwa pengertian menunjuk secara khusus kepada ayat-ayat Al Qur’an di dalam Q.S. Ar Rahman, meskipun kita ketahui bahwa Ar Rahman merupakan salah satu nama Allah di dalam Asmaul Husna, namun dalam hal ini Penulis berkeyakinan bahwa kata Ar Rahman dalam Q.S. 19 : 58 ini menunjuk kepada Q.S. Ar Rahman, salah satu surat dalam Al Qur’an. Sehingga bunyi terjemahannya akan menjadi ”…….Apabila dibacakan ayat – ayat (dari Q.S) Ar Rahman kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis”

Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, ayat – ayat dalam Q.S. Ar Rahman semuanya ada 78 ayat, ayat-ayat yang manakah yang akan membuat kita tersungkur dengan bersujud dan menangis?
Jika kita menerjemahkan dengan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah, sangat sulit sekali untuk mencari jawabannya karena begitu banyaknya jumlah ayat-ayat dalam Al Qur’an, namun jika kita terjemahkan dengan ayat – ayat (dari Q.S) Ar Rahman, maka kita akan dapat membuka teka-teki dari ayat-ayat yang dimaksud secara Matematika.
Pernyataan Allah swt tersebut dinyatakan dalam surat ke – 19 (Maryam) ayat 58, dengan menggunakan cross-adding atau Theosophical Addition dari digit ayat 58, kita akan mendapatkan persamaan, yaitu :

58 = 5 + 8 = 13

Ayat dalam Q.S. Ar Rahman yang memuat teguran sekaligus pertanyaan Allah swt kepada kita tentang segala nikmat-Nya diawali pada ayat ke – 13
Jika kita hubungkan, memang ada hubungan antara Q.S. Maryam dan Q.S. Ar Rahman. Penempatan ayat tersebut (Q.S. Maryam : 58) menunjuk kepada ayat dari Q.S. Ar Rahman yang diawali pada ayat ke – 13, yaitu :

Maka ni`mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Dengan bunyi ayat ini, kita seolah-olah dibombardir oleh pertanyaan Allah swt tersebut sebanyak 31 kali. Ayat-ayat inilah yang tentunya akan membuat kita tersungkur dengan bersujud dan menangis.
Sebagaimana Penulis jelaskan sebelumnya angka 31 ini mengingatkan kita kepada Q.S Al Insan (76) yang memang jumlah ayatnya hanya 31 saja. Dan 31 ini dalam sains merupakan jumlah simpul sel-sel syaraf pada manusia.
Secara etimologi, bahwa makna Al Insan ini adalah pelupa, jadi manusia secara qodrati adalah makhluk yang sering lupa (sering lupa terhadap nikmat-nikmat yang telah Allah swt berikan), maka dari itu Allah swt telah persiapkan obat lupa itu, berupa teguran dan pertanyaan yang berkali-kali dilontarkan sebanyak 31 kali, agar urat-urat syaraf yang 31 dalam diri manusia menjadi baik, itu mungkin harapan Allah swt. Wallahu ’alam. Subhanallah!!

Iklan

Responses

  1. Pembahasan Axioma – 19 ini akan dibahas dalam beberapa tulisan secara berkala. Diharapkan setiap pembaca akan memahami secara perlahan-lahan.
    Dan bisa dibuka per judul.
    Semoga bermanfaat dan semoga dapat menggairahkan semangat kita untuk mengkaji Al Quran, terutama dari sisi Sains-nya. Insya Allah


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: