Oleh: Asep Tutuy Turyana | 28 April 2010

TATA SURYA KITA BERSUJUD

  1. PLANET-PLANET, MATAHARI DAN BINTANG PUN BERSUJUD.

 

Mungkin kita bertanya, mengapa Yusuf bisa mengambil kesimpulan bahwa planet-planet, matahari dan bulan bersujud?

Apakah sama sujud mereka dengan sujud yang kita lakukan ketika shalat?

 

Bagaimanakah gerakan benda-benda tersebut dalam mimpi Yusuf, sehingga Yusuf membuat sebuah ungkapan/definisi “sujud” bagi benda-benda tersebut? Mengapa Yusuf mengungkapkannya dengan bahasa/kata “sujud” bukan dengan kata yang lain, seperti “berputar” .

 

Sekali lagi, ini bukanlah sebuah kebetulan tapi sebuah kesengajaan, agar kita dapat menelaah maksud dari semua itu.

 

Kita ketahui bahwa benda-benda langit rata-rata bentuknya bulat seperti bola, gerakan benda langit yang sudah kita fahami adalah bahwa mereka berotasi (berputar pada porosnya) dan atau berevolusi (berputar mengelilingi benda lain).

 

Gerakan-gerakan inilah yang secara umum biasa dilakukan oleh benda-benda langit. Gerakan rotasi (berputar pada porosnya) dan revolusi (berputar sambil mengelilingi benda lain) merupakan sunatullah dan merupakan hal yang wajib bagi mereka untuk melakukannya sebagai bukti kepatuhan mereka kepada sang Khaliq yaitu Allah swt.

Mereka berotasi dan berevolusi secara teratur dan mengikuti aturan (garis edar) yang telah ditetapkan oleh Allah swt.

 

Dari ungkapan Yusuf dalam mimpinya dapat kita katakan bahwa sujud mereka diekspresikan dengan cara berputar baik itu berotasi maupun berevolusi.

Berarti dapat kita simpulkan bahwa benda langit berputar = benda langit

sujud/shalat (karena sujud merupakan gerakan inti dari shalat)


Planet, matahari, bulan berputar = planet, matahari, bulan bersujud

= planet, matahari, bulan shalat

 

    Jadi bagi benda langit ; berputar = sujud = shalat

 

Dan subhanallah, benda-benda langit itu berthawaf/berputar secara teratur mengelilingi matahari dengan posisi matahari di sebelah kiri sama halnya ketika kita berthawaf mengelilingi ka’bah, sungguh suatu pesan yang amat agung dari Sang Maha Khaliq yaitu Allah swt

    

Sekarang kita akan memahami, mengapa gerakan-gerakan dalam shalat, kita ekspresikan dengan cara berdiri, ruku, sujud, duduk diantara dua sujud dan lain-lain. Jadi bukan hanya karena sunnah rasul,

                

 

Shalatlah sebagaimana kalian lihat aku shalat. (HR Bukhori Muslim)

namun hal inipun dapat dibuktikan secara ilmiah, bahwa ketika kita shalat pada hakikatnya kita berputar/thawaf dan kita niatkan menghadap kiblat/ka’bah.

 

Setiap 1 (satu) rokaat kita berputar sebanyak 1 (satu) kali putaran, yaitu 360°.

Perhatikan gambar ekspresi gerakan shalat kita di bawah ini!

 

 

    

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jadi sebenarnya setiap kita shalat, kita selalu berthawaf/berputar mengelilingi

ka’bah. Sama halnya dengan benda-benda langit yang terus berputar sebagai

bukti kepatuhan mereka kepada sang Khaliq, kitapun melakukan hal yang sama,

kita berputar dengan cara kita (sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah saw).

 

Dengan demikian, shalat kita tidak cukup hanya sebatas mengingat saja, namun

harus dimanifestasikan juga dengan gerakan yang mengisyaratkan bahwa kita

berputar/thawaf mengelilingi ka’bah. Suatu karunia yang sangat agung, bahwa

ibadah kita dapat dibuktikan secara ilmiah dan masuk akal, sebagaimana

pedoman Allah swt dalam Al Qur’an maupun contoh yang telah dilakukan oleh

Rasulullah saw.

 

 

  1. KODE LINGKARAN/BERPUTAR/SUJUD ADALAH 32

 

Salah satu surat dalam Al Qur’an yang artinya “sujud” adalah surat As Sajdah

yang Allah swt tempatkan pada surat ke – 32, adakah maksud Allah swt

menempatkan Q.S. As Sajdah sebagai surat yang ke – 32 dalam urutan surat –

surat? Sebagaimana Allah swt tempatkan Q.S. Al Fatihah pada urutan pertama,

meskipun secara urutan turunnya (disampaikan kepada Rasulullah saw), yang

pertama turun adalah Q.S. Al Alaq (surat ke – 96). Semoga kita termasuk

golongan Ulil Albab yang dapat mengambil hikmah – hikmah dari segala

sesuatu yang Allah swt ciptakan.

 

Sebagaimana Allah swt ungkapkan dalam Q.S. Ali Imran 190 – 191 :

 

 


 

 

 

 

 

 

 

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya

malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,(190)

 

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau

dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan

bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini

dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.(191)

 

Sungguh tidak ada yang sia – sia segala sesuatu yang Dia lakukan.

 

Dari keterangan ini, penulis bisa sampaikan bahwa kode angka dari

sujud/berputar adalah 32. Allah swt menempatkan Q.S. As Sajdah yang berarti

sujud pada urutan ke – 32 dari tertib surat dalam Al Qur’an. Untuk membuktikan bahwa Kode Putaran/sujud itu adalah 32 adalah adanya bukti-bukti sebagai berikut. Beberapa bukti di

alam yang berhubungan dengan

angka 32 yang artinya berputar/ satu

putaran diantaranya ;

 

  1. Jumlah gigi orang dewasa yang utuh adalah 32, yang terdiri dari 16 buah pada bagian atas dan 16 buah pada bagian bawah, yang masing – masing bagian membentuk setengah lingkaran. Jadi jika setengah lingkaran kodenya 16, maka satu lingkaran adalah 32.

 

 

 

 

 

  1. Secara kebetulan atau sebuah kesengajaan, bahwa jumlah lingkaran terluar/teras pertama dari borobudur, salah satu bangunan yang menjadi salah satu keajaiban dunia jumlah stupa (A Rupadhatu bagian bawah) berjumlah 32.


 

 

 


 

 


 

 

 

 

 

 

Allah swt telah berfirman, bahwa Dia akan memperlihatkan tanda-tanda

kebesaran -Nya di segenap penjuru dunia dan di dalam diri manusia, untuk

meyakinkan kita akan kebesaran Allah swt dan Al Qur’an.


 

 

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami

di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka

bahwa Al Qur’an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi

kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu? (53)

 

Bukti Kode lingkaran pada diri manusia adalah jumlah gigi orang dewasa yang berjumlah 32, dan bukti di alam adalah terdapat pada bagian A rupadhatu (Borobudur) dengan jumlah stupa terluar berjumlah 32 buah.

 

Dengan demikian kita mendapatkan kesimpulan bahwa kode lingkaran/sujud = 32


 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: